TERMINALBERITA.COM, TANAH LAUT – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Fahriannoor, menjelaskan bahwa penerapan sistem teknologi informasi (IT) dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan baru digunakan di tengah perjalanan kegiatan, bukan sejak awal.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya sejumlah kendala teknis dalam pendataan atlet, nomor pertandingan, dan perolehan medali di sistem.
“Sebenarnya sistem IT ini baru masuk di tengah perjalanan. Awalnya Porprov XII diarahkan berjalan manual karena kebijakan di tingkat provinsi, sebab sebelumnya juga menggunakan sistem manual,” ujar Fahriannoor, Senin (3/11/2025).
Ia mengungkapkan, pada awalnya arahan dari KONI Provinsi dan Dispora Kalsel memang masih menggunakan sistem manual untuk proses entry by number dan entry by name. Baru setelah proses berjalan, permintaan penggunaan IT muncul dari sebagian kabupaten/kota, termasuk atas dorongan KONI Provinsi yang ingin sistem lebih modern dan transparan.
“Kalau dari awal sudah pakai IT, pasti lebih nyaman dan rapi datanya. Tapi karena kita mulai di tengah, tentu perlu penyesuaian,” jelasnya.
Fahriannoor menegaskan bahwa Tim IT yang bekerja sama dengan KONI Tanah Laut bukan pihak baru, karena sebelumnya sudah terlibat dalam berbagai ajang olahraga tingkat provinsi seperti Popda, Popnas, dan Pomnas bersama Dispora Kalsel.
Ia juga menyampaikan, saat ini pihaknya bersama tim IT terus melakukan perbaikan sistem dan koordinasi lintas cabang olahraga agar proses pendataan medali dan hasil pertandingan bisa lebih cepat dan akurat.
“Sekarang kita sudah di tahap perbaikan. Intinya, bukan menyalahkan siapa pun. Ini bagian dari proses pembelajaran menuju sistem yang lebih baik di Porprov berikutnya,” tutupnya.











