SUBANG – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Seorang ibu berinisial K (29) diduga tak sengaja menyebabkan anak kandungnya yang berusia 6 tahun meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan.
Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah kontrakan di Jalan Pelabuhan, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan Subang.
Kapolsek Subang, Kompol Endang Suganda, menjelaskan bahwa peristiwa ini terungkap setelah sang ibu mendatangi Mapolsek Subang Kota untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Ibu korban datang ke Polsek dan melaporkan bahwa dirinya diduga telah menyebabkan anaknya meninggal dunia di kontrakan,” ujar Endang kepada awak media, Sabtu (14/2/2026).
Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian bersama ibu korban langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Di lokasi, anak berinisial MA (6) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kontrakan. Korban berada di atas kasur dengan posisi memeluk bantal guling. Kondisi wajah, tangan, dan kaki korban tampak pucat.
Petugas kemudian memasang garis polisi dan Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan awal oleh tenaga medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Awalnya, ayah korban yang sedang bekerja di Cirebon sempat menolak dilakukan autopsi. Namun setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, yang bersangkutan akhirnya memberikan persetujuan.
Berdasarkan keterangan sementara, ibu korban mengaku tidak berniat menghilangkan nyawa anaknya. Saat itu, korban disebut sedang rewel dan menangis keras. Ibu korban mengaku berupaya menenangkan anaknya agar tangisannya tidak terdengar tetangga, dengan cara membekap menggunakan bantal.
Namun tindakan tersebut diduga menyebabkan korban kehabisan napas hingga meninggal dunia.
Saat ini, ibu korban masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk mendalami peristiwa tersebut. (Yana)















