JAKARTA – Pemerintah Iran membuka peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi baru, mulai dari alat kesehatan hingga pertanian, termasuk pengembangan pesawat nirawak atau drone.
Dilansir dari Antara, Selasa (17/2/2026), Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa negaranya termasuk salah satu yang maju dalam pengembangan teknologi baru. Ia menyebut Iran unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, teknologi nuklir untuk tujuan damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan medis, serta teknologi pertanian.
“Dalam hal ini, Indonesia sangat tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut,” ujar Boroujerdi.
Menurutnya, saat ini Iran telah menjalin hubungan erat dengan sejumlah lembaga dan badan pemerintah Indonesia, khususnya dalam transfer teknologi dan pengembangan drone. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan drone tidak terbatas pada kepentingan militer.
“Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir penggunaannya hanya untuk satu hal. Padahal, ada banyak pemanfaatan damai, seperti di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya,” katanya.
Armada Drone Iran dan Perkembangan Teknologi Militer
Sementara itu, laporan media Iran, Tehran Times, menyebutkan bahwa Iran memiliki berbagai armada drone terbaru dengan beragam fungsi, baik untuk operasi darat maupun laut. Jenisnya mencakup drone pengintaian, serangan ofensif, penghancur target, hingga sistem peperangan elektronik.
Sistem tersebut dirancang untuk menghadapi target tetap maupun bergerak, dari darat, udara, hingga laut. Pengembangannya melibatkan kolaborasi antara spesialis Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan Iran.
Dalam upacara integrasi armada drone terbaru, Mayor Jenderal Hatami menegaskan bahwa kemampuan drone yang terus berkembang menjadi salah satu fondasi keamanan nasional Iran. Selama beberapa dekade terakhir, Iran mengembangkan inovasi teknologi militer di tengah tekanan sanksi Barat, yang justru mendorong kreativitas industri dalam negeri.
Drone produksi Iran disebut memiliki keunggulan dari sisi akurasi, efisiensi biaya produksi, serta keandalan dalam operasi. Dengan pendekatan strategi asimetris yang menitikberatkan pada dampak strategis dibanding biaya, sistem drone Iran dinilai memberi keunggulan tersendiri.
Beberapa analis juga mencatat bahwa sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, mulai mengembangkan program yang dinilai memiliki kemiripan dengan konsep drone Iran, seperti LUCAS dan MQM-172 Arrowhead, yang disebut meniru konfigurasi sayap delta serta filosofi hemat biaya dari seri Shahed-131 dan Shahed-136.
Pengembangan drone bertenaga jet seperti Shahed-238 juga dilaporkan memengaruhi strategi pertahanan dan pencegatan negara-negara Barat.
Kerja sama teknologi antara Iran dan Indonesia ke depan diperkirakan akan menjadi perhatian, terutama dalam memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan untuk tujuan damai dan penguatan sektor ekonomi. (ngss)
