terminalberita – Gelombang kepanikan sektor perbankan yang sempat mengguncang Wall Street mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka pada langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed), di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran terhadap stabilitas bank regional sempat memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham Amerika Serikat. Investor cemas terhadap potensi krisis likuiditas dan efek domino yang bisa menjalar ke sistem keuangan yang lebih luas. Namun, setelah sejumlah langkah penyangga likuiditas dan jaminan pemerintah diumumkan, tekanan di sektor perbankan mulai mereda dan indeks-indeks utama di Wall Street berangsur stabil.
Meski demikian, ketenangan tersebut dinilai masih rapuh. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Bank sentral AS berada dalam posisi sulit: di satu sisi harus menjaga stabilitas sistem keuangan, di sisi lain tetap menekan inflasi yang masih berada di atas target.
Sejumlah analis memperkirakan The Fed akan menghadapi dilema antara melanjutkan pengetatan suku bunga untuk mengendalikan inflasi atau memperlambat kenaikan guna mencegah tekanan tambahan pada sektor perbankan. Setiap sinyal kebijakan dari pejabat bank sentral dinilai akan sangat memengaruhi pergerakan pasar ke depan.
Investor kini menunggu pernyataan resmi dan proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed sebagai penentu arah pasar berikutnya. Di tengah meredanya kepanikan bank, tantangan kebijakan moneter justru menjadi sumber kecemasan baru bagi Wall Street.
