Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBlogDaerahEkonomiGaya HidupHomeNasionalPolitik

Ratu Shima, Penguasa Kalingga yang Ditakuti Pencuri dan Dikenal hingga Jazirah Arab

106
×

Ratu Shima, Penguasa Kalingga yang Ditakuti Pencuri dan Dikenal hingga Jazirah Arab

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ratu Shima, Kerajaan Kalingga

Jakarta – Tak banyak yang menyadari bahwa pada masa kehidupan Nabi Muhammad (570–632 M), wilayah Nusantara telah memiliki kerajaan maju dengan pemimpin yang disegani hingga mancanegara. Salah satu tokoh tersebut adalah Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga yang dikenal tegas dan membawa kerajaannya mencapai masa kejayaan.

Ratu Shima diperkirakan lahir sekitar tahun 611 M di wilayah Sumatra Selatan. Pada masa itu, Nabi Muhammad baru diangkat sebagai rasul. Setelah menikah dengan Kartikeyasinga, ia pindah ke Jawa dan menetap di wilayah yang kini dikenal sebagai Jepara. Ia juga disebut pernah beraktivitas di kawasan candi Hindu di dataran tinggi Dieng.

Example 300x600

Kekuasaan Ratu Shima menguat setelah suaminya naik takhta sebagai raja pada tahun 648 M. Setelah sang raja wafat pada 678 M, Ratu Shima mengambil alih pemerintahan karena anak-anaknya masih kecil. Di tangannya, Kalingga berkembang pesat dan dikenal sebagai kerajaan makmur yang aktif dalam perdagangan internasional.

Pelabuhan di Jepara berkembang menjadi pusat perdagangan penting yang didatangi pedagang dari berbagai wilayah. Kalingga bahkan menjalin hubungan dagang dengan Dinasti Tang di China. Catatan Tiongkok menyebutkan bahwa Kalingga merupakan negeri yang kaya, salah satunya karena menjadikan garam sebagai komoditas ekspor utama.

Selain perdagangan, masyarakat Kalingga juga dikenal maju dalam ilmu pengetahuan. Mereka telah mengenal aksara dan astronomi, serta menjadi pusat pembelajaran agama Buddha aliran Hinayana yang menarik pelajar dari berbagai daerah.

Nama besar Ratu Shima juga dikenal hingga Jazirah Arab. Pada masa itu, wilayah Arab telah memasuki era kekhalifahan, termasuk masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib dan kemudian kekuasaan Bani Umayyah.

Foto: Ratu Shima, Kerajaan Kalingga

Popularitas Ratu Shima terutama berasal dari ketegasannya dalam menegakkan hukum. Ia melarang keras pencurian dan memberikan hukuman berat bagi pelanggarnya. Dalam sebuah kisah terkenal, seorang raja dari Arab disebut meletakkan sekantong emas di jalan untuk menguji kejujuran rakyat Kalingga. Berbulan-bulan kemudian, emas itu tetap utuh tak tersentuh.

Namun suatu hari, putra kesayangan Ratu Shima, Pangeran Narayana, tanpa sengaja menyentuh karung emas tersebut hingga bergeser. Ratu Shima tetap menjatuhkan hukuman tegas. Awalnya hukuman mati, namun kemudian diubah menjadi pemotongan kaki karena anggota tubuh itulah yang dianggap bersalah.

Kisah ini menjadi simbol ketegasan hukum di Kalingga dan membuat nama Ratu Shima semakin dikenal luas.

Ratu Shima wafat pada tahun 695 M. Meski Kerajaan Kalingga akhirnya runtuh sekitar tahun 752 M, warisan kepemimpinannya tetap dikenang sebagai salah satu bukti kejayaan Nusantara pada abad ke-7 masa ketika dunia tengah berubah dan peradaban besar saling terhubung lewat perdagangan dan budaya. (lois)

Example 300250