
JAKARTA – Bagi banyak keluarga aparatur negara, awal Ramadan bukan hanya tentang menata waktu ibadah, tetapi juga mengatur kembali kondisi keuangan. Kebutuhan harian biasanya meningkat, rencana mudik mulai disiapkan, dan harga sejumlah bahan pokok kerap ikut naik. Dalam situasi seperti itu, kepastian pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi hal penting agar bulan puasa dapat dijalani dengan lebih tenang.
Tahun ini, pemerintah memastikan THR akan dicairkan lebih awal. Dana sebesar Rp55 triliun dijadwalkan mulai disalurkan pada pekan pertama Ramadan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan.
Pencairan Lebih Cepat untuk Jaga Daya Beli Percepatan pencairan THR ini merupakan bagian dari upaya menjaga konsumsi masyarakat di awal tahun. Perputaran uang menjelang Lebaran selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama di sektor perdagangan, transportasi, dan usaha kecil.
Dengan pencairan di awal Ramadan, penerima diharapkan memiliki waktu lebih panjang untuk mengatur kebutuhan, bukan hanya berbelanja mendekati hari raya. Langkah ini juga diharapkan membantu menjaga stabilitas ekonomi pada kuartal pertama.
Siapa Saja yang Menerima THR akan diberikan kepada ASN aktif, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan. Besaran yang diterima berbeda-beda, tergantung status kepegawaian dan komponen penghasilan masing-masing.ASN aktif umumnya menerima THR setara satu bulan penghasilan yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan melekat. Namun, tidak semua komponen tunjangan berlaku sama, terutama tunjangan kinerja yang kebijakannya dapat berbeda antar instansi.
Sementara itu, pensiunan menerima THR berdasarkan besaran uang pensiun bulanan tanpa komponen tunjangan kinerja. Meski nominalnya lebih kecil, pencairan ini tetap penting karena menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak penerima.
Nominal Tidak SamaJumlah THR yang diterima tidak seragam. Perbedaan golongan, jabatan, masa kerja, dan struktur tunjangan memengaruhi besaran yang diterima setiap individu. Pegawai dengan tunjangan kinerja lebih besar berpotensi menerima THR lebih tinggi dibandingkan pegawai dengan komponen tunjangan terbatas.
Selain itu, waktu pencairan di tiap instansi bisa sedikit berbeda, tergantung pada kesiapan administrasi masing-masing.
Dampak ke Ekonomi selain membantu kebutuhan individu, THR juga berdampak luas pada perekonomian. Dana yang masuk ke jutaan rekening biasanya segera beredar kembali melalui belanja kebutuhan pokok, transportasi, hingga jasa.
Momentum ini sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dan pedagang musiman yang mengandalkan peningkatan konsumsi menjelang Lebaran. Karena itu, THR tidak hanya berdampak bagi penerima, tetapi juga bagi perputaran ekonomi secara keseluruhan.
Bagian dari Belanja NegaraAnggaran THR menjadi bagian dari belanja negara pada awal tahun. Pemerintah juga menyalurkan berbagai program sosial dan stimulus ekonomi untuk menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Pencairan THR yang lebih cepat diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak menjelang Hari Raya Idulfitri. Bagi jutaan keluarga aparatur negara, dana ini menjadi penopang penting dalam mempersiapkan Ramadan dan Lebaran dengan lebih pasti. (ngs)








