SUBANG – Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Subang menggelar acara Buka bersama ( Bukber ) dan menyantuni puluhan anak yatim.Kegiatan tersebut dihadir para jaksa,istri para jaksa yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ( IAD ) Subang serta pegawai kejaksaan di kantor kejaksaan Jalan Mayjen Sutoyo nomor 3 Subang, Kamis 12 Maret 2026.
Tidak hanya santunan anak yatim, Kejari dan IAD Subang juga turun ke jalan guna membagikan takjil gratis kepada masyarakat dan pengendara meskipun sedang cuaca hujan.” Lebih dekat dengan masyarakat, semoga berkah,” ujar Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini daerah Subang Ny.Mila Gustina Ansary SH.MH,.kepada wartawan.
Menurutnya, di bulan Ramadan yang penuh berkah, harus ada peningkatan kualitas ibadah dan amal saleh, seperti memperbanyak tilawah Al-Qur’an, salat tarawih dan witir, sedekah, serta berdzikir. Momentum ramadan juga tepat untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, berbagi takjil, dan mengejar malam Lailatul Qadar.
Kepala Kejaksaan Negri Subang Dr.Noordien Kusumanegara SH.MH., mengatakan Kejaksaan Subang berkolaborasi dengan IAD daerah Subang guna memberikan manfaat di bulan Ramadan,” Saling berbagi,kebermanfaatan di bulan Ramadan,” ujar Noordien.

Melalui kegiatan berbagi tersebut, Noordien berharap para jaksa beserta pegawai kejaksaan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, serta mempererat kedekatan antara kejaksaan dan masyarakat. Momentum Ramadan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai empati, solidaritas, dan berbagi kepada sesama merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Sementara itu, salah satu pengendara yang melintas Yanto mengaku kaget dengan keramaian saat hendak melintas di depan kantor Kejari Subang.” Kaget kirain ada demo, penangkapan tersangka,atau apa gitu,” katanya.Setelah didekati, ternyata para jaksa dan istri jaksa membagikan takjil dan menyantuni anak yatim, Ini bentuk kepedulian Kejaksaan di bulan ramadan,” sambungnya.Disisi lain, salah satu anak yatim Yustina mengatakan, Kejaksaan tidak menakutkan seperti yang dibayangkan,” Bapak dan Ibu jaksa nya baik, ga seperti yang dibilang orang- orang,” celoteh Yustina usai menerima santunan.









