Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBlogDaerahEkonomiGaya HidupHome

Sinergi Tiga Pilar Pembiayaan, Polda Jabar Dongkrak Ketahanan Pangan Nasional Melalui Program Penanaman Jagung

138
×

Sinergi Tiga Pilar Pembiayaan, Polda Jabar Dongkrak Ketahanan Pangan Nasional Melalui Program Penanaman Jagung

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN – Memasuki pertengahan tahun 2026, Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah konkret di lapangan.

Hingga 9 April 2026, jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat telah berhasil melakukan penanaman jagung seluas 9.147,02 hektar. Capaian ini merupakan bagian dari optimalisasi potensi lahan yang tersedia, dengan total luas mencapai 21.008 hektar di seluruh wilayah hukum Polda Jabar.

Example 300x600

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata yang melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa.

“Program ini adalah gerakan bersama. Hingga saat ini, lebih dari 9 ribu hektar sudah ditanami, dan akan terus diperluas karena potensi lahan masih sangat besar,” ujarnya.

Dari sisi hasil, program ini mulai menunjukkan capaian positif. Tercatat, hasil panen jagung yang telah diserap ke gudang Bulog mencapai 3.700,13 ton. Selain itu, sebagian besar hasil panen juga terserap oleh industri pakan ternak dengan jumlah mencapai 75.066 ton, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani.Untuk mendukung keberlanjutan program, Polda Jabar menerapkan strategi kolaboratif bertajuk “Keroyok Bareng Rame-Rame” melalui program “1 Desa 1 Hektar”, yang melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan lahan produktif secara maksimal.

Dalam aspek pembiayaan, program ini mengandalkan sinergi tiga pilar utama, yaitu:

  1. Primkoppol (Koperasi Polri)
  2. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  3. Corporate Social Responsibility (CSR)

dari berbagai perusahaan mitraSkema pembiayaan ini dinilai efektif dalam mengatasi kendala permodalan petani, sehingga mereka dapat mengelola lahan tanpa terbebani biaya awal.

Selain itu, pemanfaatan lahan dilakukan melalui skema pinjam pakai dari Perhutani dan PTPN, sehingga lahan hutan produksi maupun perkebunan yang belum optimal dapat dimanfaatkan secara legal dan produktif.

Data terbaru menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, dengan 406 petani telah menerima pembiayaan KUR dari total 498 petani yang diajukan. Selain itu, 82 petani mendapatkan pembiayaan melalui Primkoppol dan 9 petani melalui skema non-Himbara.

Keberhasilan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan perbankan terhadap program ketahanan pangan yang digagas Polda Jabar.

Polda Jabar berharap program ini dapat menjadi model nasional dalam percepatan ketahanan pangan berkelanjutan, melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, BUMN, sektor perbankan, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, target swasembada jagung nasional diyakini dapat tercapai lebih cepat dan berkelanjutan.

    Example 300250