Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Majelis Diskusi, Program Kolaborasi PMII dan IPNU Balangan Dikemas Santai Sambil Ngopi

37
×

Majelis Diskusi, Program Kolaborasi PMII dan IPNU Balangan Dikemas Santai Sambil Ngopi

Sebarkan artikel ini

TERMINALBERITA, BALANGAN – Sebagai sesama badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia Kabupaten Balangan dan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Kabupaten Balangan menghadirkan program kolaborasi bertajuk Mejelis Diskusi yang membahas berbagai persoalan fiqih dengan konsep santai sambil ngopi.

Program tersebut dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi kader PMII dan IPNU Kabupaten Balangan agar diskusi keagamaan dapat berlangsung lebih cair, akrab, dan tidak terasa kaku.

Example 300x600

Dengan suasana santai, para peserta diajak lebih aktif bertukar pendapat serta memperdalam pemahaman agama.

Dalam kegiatan itu, berbagai persoalan fiqih yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dibahas bersama melalui sudut pandang keilmuan dan diskusi terbuka.

Konsep santai sambil ngopi dipilih agar kader lebih nyaman dalam menyampaikan pandangan maupun pertanyaan.

Ketua PMII Kabupaten Balangan, Alfiannoorrahman mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kolaborasi PMII dan IPNU Balangan dalam memperluas wawasan keagamaan kader muda Nahdlatul Ulama.

“Mejelis Diskusi merupakan program kolaborasi antara PMII Balangan dan juga IPNU Balangan untuk mendiskusikan berbagai macam persoalan utamanya terkait ilmu fiqih,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan itu bukan hanya menjadi ruang berdiskusi, tetapi juga upaya membangun budaya literasi dan tradisi intelektual di kalangan generasi muda.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, kader perlu memiliki pemahaman agama yang kuat agar tidak mudah menerima informasi keagamaan tanpa dasar kajian yang jelas.

Selain menjadi forum internal organisasi, hasil dari setiap pembahasan nantinya juga akan dipublikasikan melalui media sosial agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Persatu hasil pembahasan tersebut akan dipublikasikan di media sosial,” tambah Alfiannoorrahman.

Melalui publikasi tersebut, PMII dan IPNU Balangan berharap pembahasan fiqih yang dikemas dengan bahasa ringan dapat lebih mudah dipahami generasi muda sekaligus menjadi media edukasi keagamaan di ruang digital.

“Tujuan utamanya, pastinya untuk memperluas wawasan kader tentang ilmu agama,” tutupnya.

Example 300250