JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan ucapan seorang siswa Setukpa SIP 56 menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, muncul ucapan yang disebut-sebut menyinggung rekan seperjuangan saat masih berstatus Bintara dengan menyebut kalimat “ZLS TAK JELAS.”
Ucapan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan. Namun, konteks dan maksud sebenarnya dari pernyataan tersebut masih menjadi perhatian, sehingga publik diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video.
https://vt.tiktok.com/ZSVXHYGvx/
Di tengah polemik tersebut, muncul kembali ungkapan “kacang lupa kulitnya”, yang dimaknai sebagai pengingat agar seseorang tidak melupakan proses maupun orang-orang yang pernah mendukung dan berjuang bersamanya ketika berada di titik awal.
Pangkat dan jabatan memang dapat berubah seiring perjalanan karier. Namun, nilai persaudaraan, solidaritas, serta penghargaan terhadap rekan seperjuangan diharapkan tetap terjaga.
Semangat tersebut juga disuarakan oleh Diktukba Gassum Gelombang 1 Tahun 2005 melalui prinsip “Kompak dengan Hati”, yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, saling mendukung, serta aktif dalam kegiatan sosial.
Pada akhirnya, perjalanan menuju keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai posisi, tetapi juga tentang bagaimana ia tetap menghargai orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Pangkat boleh berubah, jabatan boleh berganti, tetapi jangan sampai lupa pada proses dan mereka yang pernah berjuang bersama. (ngs)



