TERMINALBERITA.COM, BALANGAN – Upaya percepatan pembangunan Kawasan Transmigrasi Gula Habang terus dimatangkan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi, hasil kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi RI, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Pemkab Balangan.
Kegiatan yang digelar di Hotel Arraudah Syariah, Paringin Kota, Selasa (12/11/2025), dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tuhalus, M.P., yang menegaskan pentingnya merumuskan keunggulan kawasan transmigrasi untuk optimalisasi anggaran daerah.
Arah Kebijakan dan Kajian Teknis
Sejumlah narasumber turut menyampaikan paparan strategis pembangunan Gula Habang, di antaranya:
• Mochammad Sulistyono, S.E., M.Si. (BAPPERIDA Balangan)
Menyatakan komitmen pemerintah daerah memasukkan rekomendasi FGD ke dalam RPJMD.
• Muhammad Arsyad, S.P., Kabid Transmigrasi Balangan
Mengusulkan pengembangan wisata dan budaya sebagai identitas kawasan.
• Ina Yuliani, M.Si., Kabid Transmigrasi Disnakertrans Kalsel
Memaparkan fokus pembangunan transmigrasi berbasis kawasan, termasuk program beasiswa bagi anak transmigran.
• Perwakilan BPPMDDTT Banjarmasin
Menyampaikan dukungan melalui pelatihan peningkatan keterampilan.
Dari hasil riset, tim UNDIP mengungkap temuan penting, termasuk potensi pengembangan di 79 desa di Kecamatan Paringin serta persoalan teknis petani akibat pola pemupukan yang belum teratur.
Selain itu, tokoh transmigran asal Jawa Barat, Aud Tahyudin, turut membagikan kisah perjuangannya selama 17 tahun menetap di kawasan tersebut.
PATRI Ajukan Aspirasi Strategis
Bagian penting dalam FGD ini adalah penyampaian aspirasi dari Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Balangan.
Ketua PATRI, Edy Junaidi, S.Sos., menyambut baik adanya program beasiswa, namun meminta pemerintah memberi ruang lebih bagi PATRI dalam pembangunan kawasan.
“Kami berharap dilibatkan sebagai pemangku kepentingan resmi. PATRI siap menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan, pendidikan, ekonomi, dan keterampilan,”tegasnya.
FGD ini mempertegas komitmen berbagai pihak untuk menempatkan generasi kedua transmigran sebagai aktor penting dalam keberlanjutan pembangunan Gula Habang.
