Jawa Tengah – Peristiwa yang menjadi sorotan publik terjadi di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Seorang balita berusia 1,5 tahun terpaksa dievakuasi setelah mengalami kondisi berisiko di tengah cuaca ekstrem, Sabtu (11/04/2026).
Balita tersebut dibawa oleh kedua orang tuanya yang diketahui berasal dari Semarang. Meski telah mendapat peringatan dari petugas basecamp terkait cuaca yang tidak bersahabat, pasangan tersebut tetap melanjutkan pendakian dengan sistem tektok (naik-turun dalam satu hari).
Situasi mulai memanas saat mereka tiba di Pos 4. Sang ayah ingin melanjutkan perjalanan menuju puncak, sementara sang ibu memilih untuk turun demi keselamatan. Perbedaan keputusan itu memicu perselisihan di tengah kondisi dingin dan angin kencang, yang membuat sang balita menangis dan berada dalam kondisi rentan.
Beruntung, tim SAR yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Balita tersebut langsung ditenangkan dan dibungkus menggunakan selimut darurat untuk mencegah hipotermia.
Pengelola basecamp Perantunan, Wido, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah memberikan imbauan terkait risiko cuaca ekstrem. “Kami sudah memperingatkan soal kondisi cuaca dan potensi bahaya lainnya,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Setelah proses evakuasi, balita tersebut berhasil dibawa turun dengan selamat dan saat ini dalam kondisi sehat.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki agar lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama ketika melibatkan keselamatan anak-anak di kondisi alam yang tidak menentu. (ngs)









